Up 2 U











{Juni 28, 2007}   Klinik Kesehatan Khusus Remaja Perlu Didirikan

Klinik Kesehatan khusus remaja perlu didirikan di daerah perkotaan dan pedesaan agar derajat kesehatan jiwa dan raga terpenuhi, kata pengamat kesehatan dari Bandung, Jabar.

“Klinik Kesehatan juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini dan mengatasi masalah perilaku beriko tinggi remaja yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” kata ahli kesehatan anak dan remaja Dr Koesnadi Roesmil, Sp.A di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada Seminar Prilaku Berisiko Tinggi pada Remaja, Koesnadi mengatakan, hingga saat ini masih sedikit klinik khusus kesehatan remaja, sehingga para remaja yang memiliki masalah psikososial diperiksakan kepada dokter ahli jiwa psiakater terdekat.

Menurut Ketua Satgas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu, bekal utama dari klinik itu adalah tersedianya petugas kesehatan yang menaruh perhatian penuh untuk membantu remaja yang mempunyai masalah kesehatan jiwa dan raga.

“Kesulitan yang timbul dalam berhadapan dengan remaja adalah faktor psikososial yang ada pada remaja,” ujar Koesnadi.

Petugas kesehatan dalam melakukan pendekatan kepada remaja harus bersikap empati, menghindari sikap curiga, sehingga mampu memeberikan jaminan kerahasiaan seperi remaja yang memiliki kasus kekerasan seksual dan upaya bunuh diri.

Staf pengajar FK-Unpad Bandung itu menegaskan, inti pelayanan kesehatan kepada remaja meliputi bimbingan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya penyakit psikososial baru, pemeriksaan rutin untuk memantau kesehatan mereka dan menilai proses biologis pubertas remaja dengan berbagai keluhan yang mungkin timbul.

“Di Klinik Kesehatan dapat dilakukan skrining masalah remaja tentang kehidupan di rumah, tingkat pendidikan, masalah seksualitas), penyalahgunaan narkoba, pelayanan kesehatan raga dan penyuluhan,” katanya.

Sementara itu, dokter ahli jiwa dari Jakarta, Dr Jan Prasetyo, SpKJ mengatakan, beberapa pemikiran untuk mengatasi masalah psikososial remaja, antara lain pola asuh yang berorientasi kebutuhan anak dan remaja di setiap keluarga, sistem pengajaran di sekolah yang tidak hanya mementingkan aspek kepandaian, tapi kepribadian.

Selain itu, perbaikan keadaan sosial ekonomi secara mikro dan makro, sedang bagi remaja yang terlibat berbagai masalah psikososial, perlu pendekatan tim terpadu untuk penyembuhannya, seperti dari aspek hukum, sosial, kesehatan masyarakat dan medis.
(idionline/RoL)



Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.